Perbandingan AC Split dan AC Inverter Mana yang Layak Dibeli Tahun Ini
Bocahtehnik – Banyak orang bingung saat memilih AC untuk rumah: AC Split biasa atau AC Inverter? Sekilas, bentuknya sama-sama disebut “AC split”, tapi teknologi yang digunakan berbeda jauh.
Kalau salah pilih, efeknya bisa bikin tagihan listrik membengkak, ruangan kurang dingin, dan perawatan jadi mahal.
![]() |
| istockphoto |
Di artikel ini, kita akan bahas secara lengkap:
- Perbedaan AC split vs AC inverter
- Kelebihan & kekurangan masing-masing
- Mana yang lebih hemat listrik
- Cocoknya dipasang di ruangan seperti apa
- Kisaran harga dan biaya perawatan
- Tips memilih yang tepat
Langsung kita kupas tuntas ya…
Apa Itu AC Split?
AC split adalah AC yang paling umum digunakan di rumah. Disebut “split” karena unitnya terpisah:
- Indoor: mengeluarkan udara dingin
- Outdoor: mengeluarkan panas dari ruangan
AC split konvensional memakai sistem non-inverter, di mana kompresor bekerja ON/OFF untuk mengatur suhu ruangan.
Cara kerjanya sederhana:
- Saat suhu ruangan belum dingin → kompresor ON
- Saat sudah mencapai suhu → kompresor OFF
- Kalau panas lagi → ON lagi
Mekanisme ini membuat konsumsi listrik naik turun, terkadang terasa boros.
Apa Itu AC Inverter?
AC inverter adalah jenis AC split yang menggunakan teknologi pengatur kecepatan kompresor secara otomatis. Teknologi ini membuat AC inverter mampu mengatur aliran refrigeran dan kapasitas pendinginan berdasarkan kebutuhan suhu ruangan secara real-time.
Berbeda dengan AC split biasa yang kompresornya hanya bekerja dengan dua kondisi yaitu menyala (ON) penuh atau mati (OFF), kompresor pada AC inverter tetap hidup terus menerus, namun putarannya akan menurun ketika suhu ruangan sudah mencapai titik yang ditentukan. Saat suhu mulai naik lagi, kompresor secara perlahan mempercepat putarannya untuk menjaga suhu tetap stabil.
Dengan cara kerja seperti ini, konsumsi listrik menjadi jauh lebih efisien.
Cara Kerja AC Inverter
Ketika AC pertama kali dinyalakan, kompresor akan bekerja dengan kecepatan tinggi untuk mendinginkan ruangan dengan cepat. Begitu ruangan sudah mencapai suhu yang diinginkan, kompresor tidak langsung mati, tetapi menyesuaikan kecepatan putaran agar pendinginan berjalan lebih halus dan stabil.
Efeknya:
- Tidak ada lonjakan listrik saat kompresor menyala
- Tidak ada perubahan suhu drastis di ruangan
- Kompresor menjadi lebih awet karena tidak sering berhenti total
Teknologi yang mendukung hal tersebut adalah inverter module atau pengatur arus listrik yang mampu mengubah arus AC (bolak-balik) menjadi DC (searah), lalu mengatur frekuensi motor kompresor agar putarannya fleksibel sesuai kebutuhan.
Kenapa AC Inverter Lebih Hemat?
Konsumsi daya terbesar pada AC terjadi saat kompresor melakukan start awal. Di AC inverter, kompresor tidak pernah benar-benar mati sehingga tidak membutuhkan arus besar untuk memulai kembali.
Karena itu, AC inverter dapat menghemat pemakaian listrik hingga 30% sampai 60%, terutama jika digunakan untuk pemakaian lebih dari 6 jam per hari.
Kenyamanan Pendinginan yang Lebih Baik
AC inverter mampu menjaga suhu ruangan tetap stabil tanpa fluktuasi yang sering terasa pada AC non-inverter. Tidak ada lagi kondisi saat ruangan tiba-tiba terlalu dingin lalu hangat kembali. Pendinginan yang lebih halus ini membuat tubuh terasa lebih nyaman, khususnya untuk bayi, anak kecil, dan orang yang sensitif terhadap suhu.
Selain itu, suara mesin lebih halus karena tidak ada hentakan kompresor yang menyala mendadak. Baik unit indoor maupun outdoor terdengar lebih senyap, sehingga sangat ideal untuk digunakan di kamar tidur pada malam hari.
Lebih Ramah Lingkungan
Sebagian besar AC inverter modern sudah menggunakan refrigeran R32 atau R410A yang memiliki dampak pemanasan global lebih rendah dibandingkan freon lama seperti R22. Teknologi ini membuatnya lebih efisien dalam menghantarkan dingin sekaligus lebih ramah lingkungan.
Di Mana AC Inverter Cocok Digunakan?
AC inverter memberikan efisiensi maksimal jika digunakan pada ruangan yang:
- Dipakai dalam waktu lama setiap hari
- Tidak sering buka-tutup pintu
- Ukurannya sesuai dengan kapasitas AC
Contoh terbaik pemakaian:
- Kamar tidur
- Ruang keluarga
- Ruang kerja di rumah (WFH)
Namun jika pemakaian hanya 1–2 jam saja, atau berada di ruangan yang sering terbuka, AC inverter tidak akan terlalu terasa beda penghematannya dibanding AC split biasa.
Perbedaan AC Split dan Inverter
Biar mudah dipahami, nih perbandingan sederhananya:
|
Aspek |
AC Split Biasa (Non-Inverter) |
AC Split Inverter |
|
Cara Kerja Kompresor |
ON/OFF |
RPM menyesuaikan |
|
Konsumsi Listrik |
Cenderung lebih boros |
Hemat 30–60% |
|
Suhu Ruangan |
Cenderung fluktuatif (dingin–hangat–dingin) |
Stabil |
|
Ketenangan Suara |
Lebih bising saat ON |
Lebih halus |
|
Harga Awal |
Lebih murah |
Lebih mahal |
|
Biaya Perawatan |
Lebih terjangkau |
Lebih tinggi |
|
Durasi Pemakaian Ideal |
Sesekali, tidak terus-menerus |
Pemakaian lama & sering |
Kesimpulannya:
Inverter unggul di efisiensi listrik, sementara AC split biasa unggul di harga dan perawatan.
- Harga beli murah, cocok untuk budget terbatas
- Sparepart melimpah & teknisi banyak yang kuasai
- Perawatan ringan dan biaya servis relatif rendah
- Awet jika pemakaian tidak terlalu intens
- Konsumsi listrik lebih besar
- Suara mesin terasa saat kompresor menyala
- Suhu ruangan tidak selalu stabil
- Kompresor lebih cepat rusak jika sering ON/OFF
- Hemat listrik hingga 60%
- Suhu ruangan stabil dan nyaman
- Suara mesin sangat halus
- Lebih ramah lingkungan
- Kompresor lebih awet karena tidak sering restart
Cocok untuk:
- Kamar anak
- Ruang kerja WFH
- Ruang keluarga yang sering dipakai
Harga beli lebih tinggi daripada AC biasa
- Sparepart relatif mahal dan sensitif
- Kalau instalasi salah → riskan banyak masalah
- Tidak cocok untuk ruangan yang sering dibuka-tutup
Mana yang Lebih Hemat Listrik?
📌 Jawabannya: AC Inverter jauh lebih hemat, terutama jika:
- AC menyala lebih dari 6 jam per hari
- Ruangan tertutup rapat (tidak sering buka pintu)
- Suhu stabil dan tidak sering berubah setelan
Namun kalau pemakaian kadang-kadang saja (misalnya 1–2 jam), AC split biasa masih sangat worth it.
Cara Kerja Pendinginan: Kenapa Bisa Beda?
Perbedaan terjadi pada kompresor.
AC Split Biasa
- RPM kompresor tetap, ON/OFF untuk kontrol suhu
- Saat ON, listrik melonjak tinggi
AC Inverter
- RPM kompresor menurun perlahan saat suhu sudah tercapai
- Daya listrik lebih halus dan stabil
Makanya, inverter bisa bikin tagihan listrik turun jauh tanpa mengurangi kenyamanan.
AC Split vs Inverter untuk Kebutuhan Apa?
Berikut rekomendasi pemakaian:
|
Kebutuhan |
Pilihan Terbaik |
|
Pemakaian jangka panjang (8+ jam) |
AC Inverter |
|
Anggaran terbatas |
AC Split Biasa |
|
Ruangan jarang dipakai |
Non-inverter |
|
Rumah baru ingin efisiensi |
Inverter |
|
Bangunan kos / kontrakan |
Non-inverter |
Berapa Harga AC Split dan Inverter?
Estimasi harga 2025 (1/2 – 1 PK):
|
Jenis |
Rentang Harga |
|
AC Split Biasa |
Rp 2.300.000 – Rp 3.900.000 |
|
AC Inverter |
Rp 3.700.000 – Rp 6.500.000 |
Biaya perawatan:
- Normal cleaning: Rp 75.000 – Rp 150.000
- Inverter cleaning: Rp 150.000 – Rp 250.000
- Jasa perbaikan modul inverter bisa di atas Rp 500.000
Kesalahan yang Sering Bikin AC Inverter Jadi Tidak Hemat
- Instalasi salah, pipa terlalu panjang
- Freon tidak sesuai tekanan standar
- Ruangan sering buka-tutup
- Mode swing dan suhu sering diubah-ubah
- Pemeliharaan tidak rutin
Teknologi inverter sensitif, jadi pemasangan wajib teknisi profesional.
Saran Bocahtehnik
Kalau kamu bingung memilih, gunakan panduan praktis berikut:
Pilih AC Inverter jika:
- Penggunaan lama setiap hari
- Ingin ruangan super nyaman & stabil
- Mau hemat tagihan listrik jangka panjang
Pilih AC Split Biasa jika:
- Budget terbatas
- Ruangan jarang dipakai
- Tidak ingin ribet perawatan mahal
Tidak ada yang mutlak lebih bagus — tergantung kebutuhan kamu.
Kesimpulan
Pada dasarnya, perbedaan terbesar antara AC split biasa dan AC inverter ada pada cara kerjanya dalam mengontrol kompresor. AC inverter dapat menyesuaikan kecepatan kompresor secara otomatis, sehingga penggunaan listrik menjadi lebih efisien dan suhu ruangan terasa jauh lebih stabil dan nyaman. Di sisi lain, AC split konvensional masih mengandalkan sistem mati–nyala yang membuat konsumsi listrik lebih besar, namun harganya lebih terjangkau dan perawatannya tidak serumit inverter.
Jadi pilihan terbaiknya kembali lagi ke kebutuhanmu. Jika AC akan digunakan dalam waktu lama setiap hari dan kamu ingin kenyamanan serta penghematan jangka panjang, AC inverter jelas lebih unggul. Tetapi jika pemakaiannya hanya sebentar-sebentar saja atau kamu mencari opsi yang lebih hemat di awal pembelian, AC split biasa sudah sangat layak untuk dipilih.
Yang terpenting, pilihlah AC sesuai pola penggunaan ruangan di rumahmu, supaya performanya maksimal dan tidak buang-buang biaya ke depannya.
