Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Freon Bakal Digantikan Garam? Penjelasan, Riset Terbaru, dan Analisis Ahli

Bocahtehnik-Belakangan, pencarian tentang “freon diganti garam”, “pengganti freon terbaru”, dan “teknologi AC tanpa freon” naik cukup tajam. Ini terjadi karena muncul laporan soal teknologi pendinginan baru yang memakai garam/ion sebagai pengganti gas refrigeran seperti freon (HFC). Kalau teknologi ini berhasil masuk pasar, ini bisa mengurangi kebocoran gas rumah kaca dan membuka era baru AC ramah lingkungan tanpa freon.

freon ac
istockphoto

Apa Itu “Garam” di Sini?

Dalam berita dan jurnal ilmiah, teknologi ini disebut ionocaloric cooling atau pendinginan ionokalorik. Prinsipnya: ion dari garam digerakkan masuk dan keluar dari suatu material untuk memicu perubahan fase (misal dari setengah padat ke cair). Saat fase berubah, material menyerap panas dari lingkungan — mirip ketika garam ditaruh di atas es lalu mempercepat pencairan yang menyerap panas.

Bedanya, ini bukan sekadar garam dapur biasa, tapi ion khusus yang diatur dengan sistem elektrik. Efek pendinginan ini bisa diulang sebagai siklus, sehingga menghasilkan pendinginan tanpa refrigeran berfluorin.

Teknologi ini sering disebut sebagai kandidat kuat pengganti freon jangka panjang, terutama karena tidak menghasilkan gas rumah kaca.

Bukti Riset & Berita Terbaru

1. Lawrence Berkeley National Laboratory (Berkeley Lab)

Tim peneliti di Berkeley Lab adalah sumber utama teknologi ionocaloric. Mereka mempublikasikan metode pendinginan berbasis garam/ion yang berpotensi menjadi sistem pendingin generasi baru tanpa freon.

Metode ini dianggap punya peluang besar menggantikan sistem kompresi uap yang sekarang mendominasi AC dan kulkas.

2. Media internasional & nasional

Situs besar seperti ScienceAlert, Phys.org, dan Chemistry World sudah membahas teknologi ini. Di Indonesia, beberapa media seperti CNBC Indonesia juga mengangkat isu bahwa freon bisa digantikan teknologi berbasis garam di masa depan.

3. Ulasan ilmiah lanjutan

Publikasi teknik dari berbagai jurnal menyebutkan bahwa ionocaloric adalah salah satu dari beberapa kandidat alternatif refrigeran yang bersaing ketat dengan teknologi magnetocaloric, elastocaloric, dan barocaloric.

Kata Ahli — Analisis Peneliti & Engineer HVAC

Potensi positif menurut peneliti:

  • Bisa menghilangkan risiko kebocoran HFC (freon) yang punya potensi pemanasan global tinggi.
  • Efisiensinya bisa lebih baik jika siklus ionocaloric dibuat stabil.
  • Lebih aman secara lingkungan karena tidak menggunakan gas yang sulit didaur ulang.

Skeptisisme dari engineer HVAC:

  • Apakah teknologi ini bisa mencapai densitas pendinginan yang cukup untuk AC rumahan 1 PK, 2 PK, atau unit komersial?
  • Bagaimana dengan biaya produksi dan umur pakai?
  • Perlu berapa lama hingga teknologi ini siap dikomersialkan?

Beberapa pakar teknis menyebut teknologi ini masih terlalu awal untuk diproduksi massal, butuh validasi jangka panjang, dan butuh manufaktur baru total.

Tantangan Teknis & Non-Teknis

1. Korosi material

Larutan garam bisa bersifat korosif. Sistem harus menggunakan material anti-korosi atau lapisan khusus. Ini bisa meningkatkan biaya produksi.

2. Skalabilitas & efisiensi

Walaupun bekerja di lab, belum ada bukti kuat bahwa teknologi ini bisa menyaingi AC kompresi dari segi tenaga, efisiensi energi (EER), dan ukuran fisik unit.

3. Biaya & rantai pasok

Perlu pengembangan material ion khusus. Jika salah memilih komposisi, performa bisa turun drastis. Butuh industri baru dan standar baru juga.

Apa Artinya untuk Konsumen & Teknisi AC?

1–5 tahun ke depan:

Belum akan menggantikan freon secara total. AC yang ada sekarang tetap memakai HFC atau refrigeran ber-GWP rendah (sejalan dengan Kigali Amendment).

5–10 tahun ke depan:

Jika teknologi ionocaloric berkembang pesat, pabrikan besar bisa mulai uji coba produk komersial.

Buat teknisi AC seperti kamu, Wan, ini bisa jadi peluang besar:

  • training instalasi baru,
  • maintenance sistem berbasis ion,
  • peluang jasa baru.

Teknisi yang update teknologi bakal menang lebih cepat.

Kesimpulan

Teknologi ionocaloric berbasis garam adalah kandidat kuat pengganti freon untuk AC dan kulkas masa depan.

Tapi saat ini masih tahap riset, belum layak diproduksi massal karena masih ada tantangan korosi, biaya, efisiensi, dan standar industri.

Kalau kamu ingin mengikuti perkembangan teknologi AC tanpa freon, pantau terus update dari Bocahtehnik, Berkeley Lab, Phys.org, Chemistry World, dan media teknologi Indonesia.